Monday, March 7, 2011

Penghuni Rumah Tua, Terancam Racun Timbal dan Asbes

img
Ottawa, Penggunaan bahan kimia berbahaya di rumah-rumah moderen makin berkurang. Namun hati-hati bagi yang masih menghuni rumah-rumah tua, ancaman timbal dan serat asbestos (asbes) bisa bertahan dari generasi ke generasi dan memicu gangguan kesehatan.

Laporan yang dirilis Canadian Environmental Law Association (CELA) baru-baru ini mengatakan, renovasi rumah-rumah tua sering memicu pelepasan racun-racun berbahaya. Timbal dalam campuran cat lama serta asbestos pada langit-langit rumah termasuk di antaranya.

Timbal bisa memicu kerusakan otak bila terhirup oleh bayi dan anak-anak, sehingga negara-negara maju telah melarang penggunaanya sejak puluhan tahun yang lalu. Dalam cat rumah, senyawa ini awalnya dipakai untuk menghasilkan warna yang lebih mengkilap dan tahan lama.

Meski sekarang sudah tidak digunakan, timbal diperkirakan masih bisa ditemukan dalam kadar yang tinggi pada rumah-rumah tua di Kanada yang dibangun tahun 1930-an. Racun itu bisa dilepaskan ketika rumah sedang direnovasi sehingga permukaan cat mengelupas atau rusak.

Sementara itu, asbestos pada masa lalu sering digunakan sebagai atap maupun pembatas langit-langit rumah. Sebalum dilarang penggunaannya pada tahun 1990-an, diperkirakan ada 300.000 hingga 400.000 rumah di Kanada yang menggunakan bahan berbahaya ini.

Serat-serat asbestos yang lepas sangat mudah terhirup bersama udara pernapasan kemudian menumpuk di organ-organ penting seperti paru-paru. Di paru-paru atau organ lain, penumpukan serat ini bisa menjadi pemicu kanker mematikan yang disebut Malignant mesothelioma.

"Jika direnovasi dengan hati-hati, risiko pencemaran timbal dan asbestos di rumah-rumah tua bisa dihindari," ungkap Theresa McClenaghan, direktur eksekutif CELA seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/3/2011).

Debu-debu dan cemaran racun berbahaya yang beterbangan saat merenovasi bisa dikurangi dengan memastikan sirkulasi udara di dalam rumah selalu terjaga. Bagi pekerja atau penghuninya, gunakan masker meski renovasi sudah selesai dilakukan jika udaranya masih berdebu.


sumber 

No comments:

Post a Comment